Canggih ! Di Sundrop Farms Australia Tanam Sayur Pakai Air Laut (Sea Water)

Canggih ! Di Sundrop Farms Australia Tanam Sayur Pake Air Laut – Hallo sobat teknologitani.com, kalau kita mengikuti perkembangan teknologi pertanian di era pertanian 4.0 saat ini, sungguh kita akan dibuat tercengang.

Bagaimana tidak, dengan sentuhan teknologi, apa yang mungkin mustahil 100 tahun yang lalu, kini jadi kenyataan.

Misalnya saja gurun yang dulunya hampir mustahil digunakan untuk bercocok tanam kini sudah banyak yang berhasil mengembangkan pertanian gurun.

Bahkan banyak dari contoh tersebut justru menjadi pemasok utama sayuran di negara mereka masing-masing. Misalnya saja di Mesir, ada Bustan Aquaponics yang berhasil mengembangkan teknologi akuaponik di area padang pasir di selatan kota Kairo.

Atau di Arab Saudi, ada Wadi As Sirhan yang telah berhasil mengembangkan pertanian gurun dengan menggunakan teknologi Center Pivot Irrigation (CPI) dengan membuat area pertanian melingkar raksasa.

Berbeda lagi di Amerika Serikat, ada nama Aerofarms yang berhasil mengembangkan pertanian tanpa tanah, dengan teknologi aeroponik bertingkat dalam gedung (indoor farming).

Itu sedikit contoh tentang bagaimana teknologi pertanian sudah semakin canggih, sehingga bisa menyulap banyak daerah yang awalnya mustahil dikembangkan sebagai area pertanian, justru kini berubah 180 derajat menjadi sentra produksi.

Tentu saja di belahan dunia lain, atau di ujung bumi yang lain (yang mungkin jauh lebih ekstrim) ada farms produksi yang tak kalah kerennya.

Dari Aerofarms di Amerika, Wadi As Sirhan di Timur Tengah dan Bustan Aquaponis di Afrika, kita lanjut jalan-jalannya ke benua di ujung selatan Indonesia, Australia.

Ada Sundrop Farms, Pertanian Gurun Di Australia Selatan

Mengutip dari laman web sundropfarms.com (berbahasa Inggris), Sundrop Farms adalah perusahaan pertanian yang memanfaatkan air laut untuk mengairi berbagai jenis tanaman produksi.

Sundrop Farms Australia. Sumber : twitter.com/SundropFarms

Sebelumnya air laut didesalinasi atau disuling terlebih dahulu sehingga menjadi air tawar. Jadi bukan air laut yang rasanya asin itu yang digunakan sebagai irigasi, ya. Tentu saja tidak! Tanaman bisa mati-lah. Hehe

Tanaman produksi di Sundrop Farms ditanam di dalam rumah kaca dengan sistem hidroponik yang menggunakan media sabut kelapa (tau kan kenapa pake sabut kelapa?).

Serta memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan energi untuk menggerakan berbagai perangkat yang ada di dalam green house.

Cara kerja teknologi pertanian di SundropFarms. Sumber : sundropfarms.com

Sundrop farms didirikan pada tahun 2010, di kota Port Augusta, suatu wilayah yang panas dan kering dan tidak ramah bagi makhluk hidup. Letaknya di sebelah selatan daratan Australia.

Di Port Augusta yang terletak di daerah gurun itu hampir tidak ada air, hanya ada padang rumput yang iklimnya sangat ekstrim.

Menurut anda apakah tempat dengan kondisi seperti itu dapat digunakan untuk produksi tanaman secara komersial?

Tentu saja tidak ! Makanya Sundrop Farms memanfaatkan air laut yang diubah menjadi air tawar sebagai sumber irigasi pertaniannya.

Tanaman tomat di Sundrops Farms. Sumber : twitter.com/SundropFarms

Dengan dukungan berbagai teknologi canggih, Sundrop Farms berhasil menanam berbagai jenis komoditas sayur antara lain tomat, strawberry, cabai dan paprika, sepanjang tahun, tanpa perlu tergantung pada kondisi cuaca atau kualitas tanah.

Di farms pertanian yang memiliki greenhouse seluas 20 hektar itu, setidaknya dapat memenuhi 15% kebutuhan tomat seluruh Australia. Wow!

Teknologi Di Sundrops Farms

Ada berbagai teknologi yang dipakai di Sundrop Farms, yang saling terintegrasi satu sama lain antara lain :

Teknologi panel surya – yaitu sebagai sumber energi abadi yang berasal dari sinar matahari/solar power (pengganti bahan bakar fosil), digunakan untuk operasional semua perangkat ada di dalam Sundrop Farms, seperti penghangat atau pendingin greenhouse atau fasilitas desalinasi air laut. Ada 23.000 panel surya.

Panel surya di Sundrops Farms. Sumber : twitter.com/SundropFarms

Teknologi desalinasi air laut – yakni teknologi yang dapat mengolah/mengubah air laut dari Teluk Spencer, yang jumlahnya melimpah menjadi air tawar untuk irigasi tanaman.

Fasilitas desalinator, mengubah air laut menjadi air tawar di Sundrops Farms. Sumber : twitter.com/SundropFarms

Teknologi rumah kaca super canggih – rumah kaca di Sundrop Farms dilengkapi dengan kontrol iklim yang presisi, di mana nutrisi, cahaya, suhu, air, karbon dioksida disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Rumah kaca seluas 20 hektar selesai dibangun pada tahun 2016.

Greenhouse canggih di Sundrops Farms. Sumber : twitter.com/SundropFarms

Teknologi budidaya secara hidroponik – yakni menanam tanpa tanah, namun menggunakan media sabut kelapa, serta air yang dapat digunakan berulang kali. Selain itu dengan teknologi budidaya hidroponik, memungkinkan kontrol nutrisi yang jauh lebih akurat, untuk memastikan hasil panen memiliki kualitas dan rasa yang baik.

Produksi tanaman di Sundrops Farms dengan teknologi budidaya hidroponik. Sumber : seawatergreenhouse.com

Teknologi pengendalian hama dan gulma – teknologi pengendalian hama dan gulma menggunakan cara yang ramah lingkungan, dimana penyiangan rumput menggunakan tenaga manusia, sementara pengendalian hama menggunakan musuh alami.

Perawatan dan pengendalian hama di Sundrops Farms menggunakan tenaga manusia. Sumber : twitter.com/SundropFarms

Kesimpulan

Dengan integrasi berbagai macam teknologi yang canggih, maka ada banyak kelebihan dan keunggulan dari sistem pertanian yang ada di Sundrop Farms, antara lain :

  • Tidak membutuhkan tanah karena memakai teknologi hidroponik. Bisa tanam di mana pun, bahkan di lahan kritis sekalipun seperti di daerah gurun yang sebelumnya dianggap terlalu tandus untuk pertanian.
  • Menggunakan media tanam sabut kelapa, karena gulma yang tumbuh sangat sedikit dan dapat dicabut dengan tangan.
  • Menggunakan air yang berasal dari air laut yang telah di suling. Sistem hidroponik tertutup membuat air dapat digunakan terus menerus dan berulang-ulang.
  • Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil karena sudah ada fasilitas panel surya.
  • Hasil produksi dan kualitas tinggi (rasa yang lebih lezat), karena pemberian nutrisi dilakukan secara presisi.
  • Hasil panen jauh lebih sehat karena pengendalian hama dilakukan secara non-kimia
  • Kontrol penuh terhadap kondisi tanaman, baik itu air, kelembapan, suhu, nutrisi dan lain-lain.

Dengan berbagai inovasi dan dukungan teknologi di dalamnya, Sundrop Farms telah berhasil mengubah wajah pertanian saat ini, yakni praktek pertanian yang tidak berkelanjutan dan tidak ramah lingkungan.

Semua inovasi tersebut tidak lain adalah upaya menjawab tantangan utama sektor pertanian dunia di masa depan, di mana populasi penduduk akan meningkat sementara sumber daya (tanah subur dan air bersih) semakin terbatas atau banyak mengalami kerusakan.

Harga produk Sundrop Farms

Berapa harga produk hasil dari Sundrop Farms? Tentu anda semua pada penasaran kan? Mengingat investasi teknologinya yang membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Sundrops Farms dalam situsnya menyebutkan bahwa ia banyak menjual produk hasil pertaniannya ke Coles, salah satu supermarket berjaringan terkenal di Australia.

Berikut harga beberapa komoditas hasil produksi Sundrop Farms di supermarket tersebut. ($1= Rp 15.000)

  • Tomat dijual dengan harga $ 4,90 per-kg (Rp 73.500)
  • Tomat cherry dijual dengan harga $ 17,50 per-kg (Rp 262.500)
  • Paprika dijual dengan harga $ 4,50 per-kg (Rp 67.500)
  • Strawberry dengan harga $ 8,57 per-kg (Rp 128.550)

Bagaimana menurut anda sobat teknologitani.com ?

Berapa rating artikel ini ?
Suka Artikel Ini? Share YES !

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *