Teknologi Sederhana Ini Bisa Cegah Buah Cabai Tidak Cepat Busuk

Teknologi Untuk Cegah Buah Cabai Tidak Cepat Busuk – Cabai sebagai salah satu hasil karya sektor pertanian punya sifat tidak tahan lama. Ya, hal ini dikarenakan masih adanya proses respirasi sel pada buah (proses fisiologis).

Selain itu, cepat busuknya cabai juga disebabkan faktor biologis yaitu adanya interaksi dari mikroorganisme seperti jamur atau bakteri.

Tentu saja hal ini akan menjadi sebuah masalah yang sangat penting bagi petani, khususnya jika hasil panen cabai tadi akan dikirim ke tempat yang jauh, yang proses pengangkutannya membutuhkan waktu berhari-hari.

Oleh karena itu untuk meminimalisir masalah cepat busuknya cabai diperlukan teknologi pasca panen yang baik.

Penanganan pasca panen yang tidak baik, akan mempercepat laju kerusakan dan proses pembusukan buah cabai.

Tempat penyimpanan yang cenderung lembab dan basah misalnya, dapat memicu timbulnya jamur. Terlebih pada cabai yang mengalami kerusakan mekanis berupa memar misalnya juga akan jauh lebih cepat busuk buahnya.

Baca juga : Siasati Fluktuasi Harga, Kelompok Wanita Tani Desa Andongsari Jember Olah Cabai Merah Jadi Abon Cabai

Lalu bagaimana solusi agar cabai lebih tahan lama (daya simpannya) serta tidak cepat busuk ?

Kegiatan Pasca Panen Cabai

Cabai Tidak Cepat Busuk
Perendaman Giberelin, pengemasan dan penyimpanan pada suhu dingin Bisa Cegah Buah Cabai Tidak Cepat Busuk

Penanganan pasca panen cabai yang baik, dapat menurunkan resiko penurunan kualitas mutu akibat cabai rusak, hingga cabai cepat busuk.

Berikut kegiatan atau penanganan pasca panen agar cabai tidak cepat busuk :

Penyortiran

Penyortiran buah cabai sangat penting, tujuannya agar buah cabai yang baik (normal) dengan buah yang busuk tidak tercampur.

Kegiatan sortir sebaiknya dilakukan sejak dari lahan saat kegiatan panen berlangsung. Tidak hanya itu jangan sampai kotoran seperti daun yang ikut terbawa karena nanti bisa menciptakan iklim mikro.

Pengangkutan

Saat pengangkutan hasil panen dari lahan ke gudang penyimpanan, sebaiknya menggunakan mobil berlemari pendingin.

Jika tidak ada sebaiknya menggunakan wadah yang tepat seperti krat yang biasanya tersedia kapasitas 5-10 kg. Jangan gunakan karung karena biasanya buah akan banyak yang rusak (patah dan memar) selama di perjalanan.

Saat pengangkutan dari gudang ke pasar/market, sebaiknya cabai juga sudah dikemas dengan baik, misal dengan plastik polietilen atau plastik wrapping yang bisa menjaga kesegaran buah cabai.

Penyimpanan

Buah cabai akan lebih tahan lama jika disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 10 derajat Celsius, dibandingkan disimpan di tempat terbuka dengan suhu kamar.

Pada suhu kamar, proses respirasi sel pada buah cabai akan jauh lebih cepat sehingga buah cabai akan cepat kehilangan air dan membuat cepat mengering (nampak tidak segar/glossy).

Pengemasan

Pengemasan dengan bahan yang tepat bisa menambah umur atau daya simpan buah. Cabai di swalayan umumnya dikemas dengan plastik wrapping dengan wadah stirofom, dan disimpan di lemari berpendingin.

Solusi Bagi Petani Atau Pedagang Agar Cabai Tidak Cepat Busuk

Dari buku 600 Teknologi Inovatif Pertanian keluaran KEMENTAN tahun 2018, disebutkan bahwa ternyata ada teknologi yang dapat memperlambat proses pematangan buah, sehingga buah tidak cepat busuk dan daya simpannya jadi lebih lama.

Tentu ini kabar yang baik bagi petani atau pedagang cabai yang biasanya mengirim cabai ke luar daerah atau pulau, yang proses pengangkutannya bisa menghabiskan waktu berhari-hari.

Cabai akan tetap segar, daging tetap keras dan bobot yang tidak terlalu banyak susut, bisa dicapai dengan teknologi pasca panen yang aplikasinya cukup sederhana dan mudah.

Yup, teknologi tersebut adalah penggunaan larutan Giberelin (GA2). Giberelin, yang banyak dikenal sebagai bahan aktif ZPT, terbukti dapat mencegah atau menghambat proses pematangan buah.

Larutan Giberelin bermanfaat menjaga kesegaran buah, tetap tegak (keras) nya daging buah, bahkan hingga 14 hari lamanya.

Cara Aplikasi Larutan Giberelin Pada Cabai

Perendaman cabai pada larutan Giberelin terbukti bisa meningkatkan daya simpan cabai sehingga cabai tidak cepat busuk

Cabai direndam dengan larutan GA2 selama 30 – 60 detik kemudian ditiriskan. Dosis larutan Giberelin yang digunakan sekitar 0,5 – 1 liter per-500 kilogram buah cabai segar. Kemudian cabai disimpan pada suhu sekitar 10 derajat Celsius.

Penutup

Aplikasi larutan Giberelin pada cabai segar terbukti mencegah proses pematangan buah agar buah tidak cepat busuk. Hal ini sangat bermanfaat selama proses distribusi dari area sentra produksi cabai ke pasar atau konsumen.

Jadi, untuk mencegah cabai cepat busuk, petani atau pedagang bisa menggabungkan beberapa cara sekaligus yakni :

  1. Aplikasi larutan Giberelin, yakni dengan cara merendam daging buah cabai pada larutan Giberelin
  2. Melakukan pengemasan, yakni dengan plastik polietilen yang kedap air atau dengan plastik wrapping
  3. Melakukan penyimpanan, yakni penyimpanan pada lemari pendingin pada suhu 10 derajat Celsius

Nah sobat tani sekalian, itulah uraian singkat mengenai teknologi sederhana untuk cegah buah cabai agar tidak cepat busuk.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam khazanah pertanian. Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa untuk like dan share ya. Terimakasih.

Suka Artikel Ini? Share YES !

About the Author: AdminTT

Farmer - BlogPreneur - Hiker - Spicy Lover

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *