Mengenal Teknologi Pengolahan Biji Kopi, Awal Proses Pembuatan Kopi Yang Nikmat

Mengenal Teknologi Pengolahan Biji Kopi, Awal Proses Pembuatan Kopi Yang Nikmat – Hasil pertanian kebanyakan merupakan bahan mentah yang harus diolah terlebih dahulu untuk bisa digunakan.

Dengan dilakukannya pengolahan maka akan memberikan nilai tambah pada hasil panen sehingga petani atau pelaku agribisnis mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Salah satu hasil panen pertanian yang perlu diolah terlebih dahulu dengan teknologi pengolahan hasil panen adalah kopi.

Kopi sendiri merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam perkembangannya, pengolahan buah kopi sendiri dibantu dengan mesin-mesin terkini.

Adanya mesin tersebut membuat proses pengolahan/pembuatan kopi menjadi lebih mudah dan tidak memakan waktu lebih lama sehingga fungsi manusiapun hanya sebagai pengontrol saja.

Proses Panen Buah Kopi

Langkah pertama untuk mendapatkan buah kopi adalah pemanenan buah yang telah matang.

Buah kopi matang memiliki ciri kulit yang berwarna merah sebagai tanda bahwa buah telah matang penuh.

Daging buah kopi yang telah matang memiliki daging buah yang lebih lunak dan berlendir serta terasa sedikit manis jika dicoba.

Tanaman kopi tidak berbuah serentak sehingga pemanenannya pun dilakukan dalam beberapa kali fase.

Proses seleksi kopi yang telah matang perlu dilakukan secara hati-hati karena buah yang belum matang tidak akan bisa diolah.

Sortasi Buah Kopi

Setelah dilakukan pemanenan, akan dilakukan sortasi pada buah kopi untuk memisahkan buah yang superior dan inferior.

Sortasi ini dilakukan agar buah yang cacat serta kotoran seperti ranting dan daun bisa terpisah dari kopi yang bagus.

Proses sortasi sendiri akan berakhir pada penyimpanan dimana kopi sendiri tidak boleh diletakkan dalam karung selama lebih dari 12 jam.

Ini karena kopi akan mengalami pra-fermentasi yang mengakibatkan biji kopi menjadi bau tengik dan kehilangan cita rasanya.

Tiga Proses Pengolahan Biji Kopi

Dalam pengolahan kopi yang tergolong dalam proses inti, terbagi ke dalam tiga jenis pengolahan yang berbeda.

Tiga pengolahan tersebut yakni pengolahan kering (dry process), proses kopi secara basah (fully washed), dan juga pengolahan semi basah (semi washed process).

Oke kita bahas lebih detil berikut apa saja perbedaan di antara ketiganya.

1. Dry Process (Pengolahan Kering)

Pengolahan kering ini mengharuskan untuk segera mengeringkan kopi yang sudah selesai disortasi sebelumnya.

Pengeringan sendiri bisa dilakukan secara alami dengan menggunakan cahaya matahari sebagai pemanasnya.

Proses penjemuran biasa langsung dilakukan di atas terpal atau lantai jemur dengan bantuan alat para-para untuk meratakan kopi.

Proses Pembuatan Kopi
Proses penjemuran kopi

Pengeringan buah kopi sendiri tidak boleh dilakukan di atas tanah atau jalanan aspal karena dikhawatirkan terjadinya kontaminasi jamur.

Kopi akan dikeringkan selama kurang lebih 2 minggu bergantung pada bagaimana kondisi cahaya matahari.

Proses yang satu ini baru bisa dikatakan selesai ketika kandungan air dalam kopi berada di bawah 12,5 persen.

Kopi yang sudah selesai dikeringkan kemudian akan dilakukan proses pengupasan yang saat ini sudah bisa dibantu dengan mesin Huller.

Pengupasan dengan mesin sendiri akan membuat kopi tidak mengalami kerusakan secara fisik.

2. Proses Kopi Secara Basah

Berbeda dengan proses kering, proses kopi secara basah dilakukan dengan menggunakan lebih banyak langkah.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengupas kulit buah kopi yang sudah disortasi tadi menggunakan mesin Pulper.

Proses Pembuatan Kopi
Proses pencucian biji kopi

Proses pengupasan ini, air akan dialirkan masuk ke dalam silinder berbarengan dengan buah yang akan dikupas. Langkah selanjutnya yaitu:

·         Proses Fermentasi

Fermentasi yang dilakukan dalam fully washed process ini adalah dengan cara basah yakni  merendam biji kopi dalam bak berisi air.

Ada juga fermentasi kering dengan cara menyimpan kopi dalam karung goni dalam kondisi basah.

Setelah itu kopi dibiarkan selama 12-36 jam dengan tetap membalik kopi setiap hari.

·         Proses Pencucian

Pada saat proses fermentasi dilakukan, kopi akan menghasilkan lendir pada bagian kulit tanduk yang harus dibersihkan.

Pencucian sendiri bisa dilakukan secara manual dengan membilas kopi dengan air bersih atau bisa juga dengan bantuan mesin pencuci biji kopi.

·         Proses Pengeringan

Kopi yang sudah dicuci tadi akan memiliki kandungan air sekitar 60% dan ini perlu dikurangi hingga mencapai kurang dari 12,5% saja.

Kopi akan memasuki proses pengeringan dengan cara pengeringan mekanis atau bisa juga dengan cara penjemuran secara alami.

·         Proses Pengupasan

Biji kopi yang sudah dikeringkan kemudian masuk ke tahap pengupasan untuk memisahkan biji kopi dengan kulit tanduknya.

Kopi yang sebelumnya dikeringkan, perlu didiamkan terlebih dahulu hingga suhu biji kopi sama dengan suhu ruangan.

3. Proses Semi Basah (Semi Washed Process)

Biji kopi yang diolah dengan proses semi basah akan menghasilkan cita rasa yang unik pada kopi dan biji kopi yang lebih gelap.

Mutu yang dihasilkan juga lebih baik daripada pengolahan yang lainnya.

Proses ini diawali dengan pengupasan yang sama seperti pengupasan pada proses basah (nomor 2) kemudian akan masuk dalam pembersihan lendir.

Proses Pembuatan Kopi
Proses penjemuran biji kopi setelah proses semi basah

Pembersihan dilakukan dengan bantuan mesin demucilager tanpa air.

Kopi kemudian akan dikeringkan dengan dua tahap yakni pertama penjemuran hingga kadar air kopi tersisa 40% saja.

Hasil yang sudah didapatkan nantinya kemudian akan masuk ke dalam pengupasan kulit dengan mesin pengupas kulit tanduk khusus.

Lalu kopi yang dibersihkan tadi akan masuk ke dalam penjemuran hingga kadar air tersisa maksimal 12,5% saja.

Proses Sortasi Akhir

Biji kopi yang sudah diproses tadi kemudian akan memasuki tahap sortasi akhir untuk menyesuaikan kopi sesuai ukurannya.

Proses sortasi kedua ini juga dilakukan agar kopi yang cacat juga bisa terseleksi kembali.

Alat sortasi sendiri sudah bisa digunakan dalam proses ini yakni dengan ayakan manual ataupun mekanis dengan perbedaan lubang ayakan.

Kopi kemudian akan dikemas berdasarkan kemasan tiap-tiap perusahaan lalu dikirimkan ke berbagai pusat pengolahan biji kopi.

Biji kopi nantinya akan disangrai yang juga menentukan juga bagaimana kopi bisa mengeluarkan aromanya dengan maksimal atau tidak.

Di tahap tersebut kopi juga akan dihaluskan sebelum diolah menjadi berbagai macam olahan akhir yang siap disantap.

Baca juga : Yuk Mengenal Teknologi Pasca Panen Sayur Agar Kualitas Hasil Panen Tetap Terjaga

Nah sobat teknologitani.com, demikianlah ulasan tentang teknologi pengolahan biji kopi, yang merupakan awal proses pembuatan kopi yang nikmat. Semoga bermanfaat ya..!

Kontributor : Ahlan Anwari (Mahasiswa Pertanian Universitas Jember/UNEJ)

Editor : TeknologiTani.com

Like and Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *