Mengenal dan Memahami 5 Teknik dalam Bioteknologi Pertanian

Mengenal dan Memahami 5 Teknik dalam Bioteknologi Pertanian – Bioteknologi adalah salah satu bidang keilmuan yang sebenarnya sudah ada sejak lama tetapi masih dalam tahap perkembangan.

Dalam pertanian sendiri bioteknologi memiliki makna yang luas, tidak hanya pada tanaman melainkan juga peranakan hewan.

Keilmuan ini tidak selalu rumit dengan teknologi canggihnya seperti yang dibayangkan tetapi juga bisa dilakukan secara konvensional.

Secara mendasar, bioteknologi diaritikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan apa yang bisa dihasilkan olehnya.

Di pertanian yang berfokus pada pemenuhan pangan, bioteknologi seringkali dikenal dengan fungsi sebagai peningkatan hasil panen. Kali ini akan dibahas mengenai bioteknologi di bidang pertanian saja secara mendasar.

Teknik dalam Bioteknologi Pertanian

Ada beberapa teknik tertentu yang digunakan untuk menghasilkan generasi baru yang unggul daripada pendahulunya.

Ini dia beberapa teknik yang biasa digunakan dalam bidang teknologi pertanian itu sendiri:

1. Seleksi Perkawinan Konvensional

Rekayasa genetik di bidang pertanian sebenarnya bukanlah hal yang baru karena memang sudah dilakukan sejak dulu.

Para petani dalam cara konvensional biasa menggunakan teknik perkawinan silang untuk bisa mendapatkan tanaman dengan gen baru yang lebih unggul.

Meskipun bisa memberikan dampak positif yang sangat menguntungkan, teknik yang satu ini memerlukan waktu yang sangat lama.

Hasil yang didapatkan juga tidak menentu bahkan seringkali yang muncul hanyalah gen resesif dari induknya.

Perkawinan konvensional sangat mudah dilakukan yakni hanya dengan menyilangkan dua jenis tanaman.

Setelah itu, dilakukan pengulangan kawin silang anakan yang hybrid dengan satu indukannya.

Teknik ini masih sangat terbatas karena gen yang diturunkan masih tergolong banyak sehingga tidak menentu.

2. Teknik Transformasi Genetik

Tanaman yang berasal dari dua spesies berbeda awalnya tidak bisa dilakukan rekayasa secara konvensional.

Tetapi perkembangan teknologi dalam bidang bioteknologi ini bisa menembus batasan tersebut bahkan bisa melakukan teknik ini di luar batasan spesies.

Proses dengan teknik ini terhitung lebih cepat karena tidak perlu menunggu tanaman untuk bisa bereproduksi terlebih dulu.

Tanaman juga bisa menghasilkan banyak keturunan dengan kemampuan bertahan hidup dan panen yang lebih baik lagi.

Kekayaan strain di setiap tanaman saat ini sudah bisa dieksploitasi secara besar-besaran ke tanaman penting pertanian.

Transformasi genetic didapatkan dengan cara mengisolasi gen target kemudian menyalurkannya pada varietas komersial sehingga didapatkan tanaman unggul.

3. Kloning

Teknik lain yang termasuk ke dalam bioteknologi pertanian adalah cloning ini, teknik untuk menciptakan banyak tanaman dari satu sel tunggal.

Teknik ini memang sempat menjadi permasalahan ketika dilakukan pada sel hewan tetapi tidak demikian dengan sel tumbuhan.

Dengan teknologi yang ada saat ini, bisa ditumbuhkan tanaman-tanaman baru hanya dari satu sel saja dengan prinsip regenerasi sel.

Tumbuhan baru nantinya akan memiliki hasil yang sama persis dengan indukannya sehingga disebut dengan klon.

Kloning memang memanfaatkan sifat alami dari sel tanaman yang bisa melakukan regenerasi dengan baik tetapi tanpa adanya teknologi, hal ini tidak akan terjadi.

Materi genetic yang ada pada satu sel tumbuhan sudah mencakup keseluruhan sehingga materi tersebut bisa dimanfaatkan untuk membentuk tanaman baru.

4. Fusi Protoplas

Fusi protoplas sendiri merupakan proses yang terjadi secara alamiah di tanaman baik yang termasuk tingkat rendah ataupun tingkat tinggi.

Teknik ini sebenarnya adalah reaksi penggabungan satu protoplas dengan protoplas lain dari tanaman yang berbeda spesies. Hasil yang akan didapatkan adalah tanaman baru yang bersifat hybrid.

Hibridasi somatic yang dilakukan melalui metode ini akan menggabungkan sifat dari dua spesies yang memang tidak bisa digabungkan secara seksual ataupun aseksual.

Teknik ini bisa dilakukan dengan genom dari spesies yang sama ataupun antar spesies tetapi masih tergolong dalam satu genus atau satu family.

Teknik ini dilakukan dengan maksud mengatasi kesulitan melakukan hibrida dari antar spesies ataupun antargenerasi.

Selain itu proses ini akan menghasilkan generasi baru yang bersifat somatic amphidiploid meskipun secara seksual tidak kompatibel.

 5. Teknik Kultur Invitro

Kultur invitro atau kultur jaringan tergolong dalam salah satu teknik yang bisa menghasilkan keragaman genetic dari suatu tanaman.

Akan ada perubahan genetic ketika memasuki proses akhir dari teknik ini karena beberapa sel mungkin akan mengalami mutasi berbeda.

Bahan tanaman yang terbatas pada tanaman tertentu yang sukar bereproduksi bisa diatasi dengan ini.

Kultur invitro dilakukan dengan cara mengisolasi sel dari satu bagian tanaman seperti misalnya daun kemudian diletakkan di lingkungan bernutrisi.

Ketika proses ini, media isolasi harus terbebas dari pencemar baik itu bakteri, jamur ataupun virus.

Teknik kultur invitro sendiri sampai saat ini memang masih belum bisa dikembangkan pada tanaman berkayu sehingga memang masih terbatas.

Patogen juga harus diperhatikan secara hati-hati karena sangat mudah mengalami infeksi.

Tetapi teknik ini bisa dikatakan termasuk ke dalam teknik yang paling mudah dan menghasilkan anakan ber-genetic yang sama dengan indukan.

Baca juga : Mengenal Teknologi-teknologi Canggih Di Era Pertanian 4.0

Itulah beberapa teknik dalam bioteknologi pertanian yang ada hingga saat ini meskipun memang masih ada teknik lain yang terbaru.

Bioteknologi berhasil membawa pertanian ke dalam era baru yang jauh lebih menguntungkan daripada sebelumnya.

Kontributor : Ahlan Anwari (Mahasiswa Pertanian Universitas Jember/UNEJ)

Like and Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *