Teknologi Mina Padi : Terbukti Tingkatkan Pendapatan Petani

Teknologi Mina Padi: Terbukti Tingkatkan Pendapatan Petani – Setiap petani tentu menginginkan keuntungan dan pendapatan yang tinggi dari usahataninya. Maka dari itu petani perlu menggunakan berbagai strategi agar pendapatannya meningkat.

Strategi yang petani gunakan pada prinsipnya adalah penerapan precision farming, dengan cara mengoptimalkan produktivitas lahan dan meminimalkan tingkat resiko kegagalan panen.

Terkadang petani rugi itu bukan karena gagal panen, tapi lebih sering karena faktor harga anjlok saat panen. Terlebih saat musim panen raya.

Seperti yang kita ketahui bersama, fakta bahwa harga komoditas pertanian di Indonesia saat ini masih seringkali naik turun atau fluktuatif, tergantung daripada kondisi pasar. Terlebih pada komoditas strategis nasional yang banyak sekali diusahakan oleh petani di Indonesia.

Salah satu komoditas strategis yang jadi komoditas utama pertanian di Indonesia tentu saja padi. Sampai saat ini, harga gabah padi juga tidak stabil alias selalu naik turun.

Mungkin itu salah satu penyebab kenapa kebanyakan petani di Indonesia belum sejahtera sebagaimana petani Thailand atau Jepang.

Namun anda bisa mencoba opsi diversifikasi usahatani yakni dengan menggunakan teknologi mina padi. Mungkin sebagian besar dari anda sudah pernah mendengar istilah Mina Padi (Rice Fish Farming).

Apa itu teknologi Mina Padi (Rice Fish Farming) ?

Menurut KBBI kata “mina” berarti ikan, sedang kata “mina padi” adalah sistem pemeliharaan ikan, biasanya tawes, dilakukan di sawah bersamaan dengan penanaman padi.

Kegiatan pelepasan bibit ikan pada sawah mina padi. Sumber: republika.co.id

Jadi, teknologi mina padi adalah sebuah teknik budidaya padi bersamaan dengan produksi ikan. Kalo di hortikultura, mungkin hampir sama lah dangan sistem tanam tumpangsari atau tumpang gilir.

Sejauh yang saya tahu alasan terbesar petani menggunakan tumpang sari pada komoditas hortikultura adalah untuk menghindari kerugian besar akibat harga panen yang anjlok atau kerusakan pada salah satu tanaman (akibat hama penyakit misalnya).

Namun kebanyakan karena anjloknya harga. Saat salah satu harga komoditas anjlok, diharapkan yang lain tinggi, agar bisa menutupi kerugian pada komoditas yang harganya anjok.

Pada komoditas padi juga begitu. Diharapkan dengan teknologi mina padi, pendapatan petani juga bisa meningkat karena pada saat yang bersamaan terjadi kegiatan produksi padi dan ikan (tentunya ikan yang digunakan yang memiliki nilai ekonomi tinggi).

Lebih khusus pada lahan padi yang sempit, apabila dikelola dengan baik dan benar bukan tidak mungkin pendapatan petani akan meningkat berkali-kali lipat dibanding jika hanya menanam padi saja.

Bagaimana sobat tani Indonesia, sejauh ulasan singkat ini, sudah paham kan apa itu teknologi mina padi dan mengapa perlunya penerapan mina padi.

[box type=”info” align=”” class=”” width=””]Ulasan berikutnya, kita akan membahas tentang prinsip-prinsip utama pada teknologi budidaya mina padi serta teknis bagaimana membangun sistem budidaya mina padi.[/box]

1. Pemilihan lokasi mina padi

Pemilihan lokasi dalam kegiatan ekonomi apapun sangat vital dan strategis. Kegagalan sebuah usaha terkadang juga dikarenakan kesalahan dalam memilih lokasi yang tepat.

Begitu pula pada kegiatan budidaya mina padi, tidak semua wilayah/lokasi bisa dijadikan sebagai sawah mina padi. Hanya lokasi yang sesuai prinsip dan syarat mina padi saja yang perlu dipilih.

  • Sawah beririgasi teknis (mempunyai jaringan irigasi yang baik, ada saluran masuk dan saluran keluar (pembuang), sehingga air dalam sawah dapat diatur dengan mudah).
  • Lokasi bebas banjir dan pencemaran limbah (limbah kimia baik dari industri maupun rumah tangga).
  • Lokasi aman dari konflik sosial maupun dari konflik kepentingan (sehingga tidak mengganggu kegiatan produksi).
  • Lokasi dengan pemukiman warga agar mudah kontrolnya.
  • Lokasi dengan akses jalan agar mudah kegiatan distribusi dan pemasarannya.

2. Wadah mina padi

Wadah mina padi adalah petakan sawah yang digunakan untuk tempat hidup ikan (pembesaran bibit ikan), tempat memberi makan ikan, dan tempat memanen ikan. Terdapat saluran masuk dan keluar air pada bagian pematangnya.

Wadah mina padi ada di tengah lahan. Sumber : kkp.go.id

Untuk ukuran wadah mina padi bisa menggunakan lebar minimal 1,5-2 meter, dengan kedalaman 0,5 meter di bawah permukaan sawah.

Wadah mina padi selain berbentuk petakan, ada juga yang sekedar berbentuk parit yang mengelilingi tanaman padi atau membelah lahan padi secara horizontal maupun vertikal. Lebar parit yang digunakan bebas terserah petani, yang penting tidak terlalu sempit.

Teknologi Mina Padi
Wadah mina padi berbentuk parit yang mengelilingi tanaman padi. Sumber : kkp.go.id

Kedalamannya juga perlu diperhatikan, sebagaimana wadah berbentuk petakan, kedalaman minimal 0,5 meter di bawah permukaan sawah.

Parit ini selain berfungsi sebagai tempat hidup ikan/tempat ruang gerak ikan, berfungsi juga melindungi ikan saat lahan sawah mengalami kekeringan.

3. Sistem tanam dan kriteria padi

Sistem tanam padi yang digunakan adalah sistem jajar legowo, bisa 2:1, atau 4:1. Penggunaan sistem jajar legowo bertujuan agar ruang gerak ikan lebih leluasa, pemeliharan ikan pun akan jauh lebih mudah.

Selain itu bertujuan agar sinar matahari mengenai semua bagian tanaman secara merata, Sehingga produktivitas tanaman padi bisa tetap tinggi. Sistem jajar legowo juga dapat mencegah perkembangan hama penyakit karena adanya ruang kosong yang luas.

Mina padi menggunakan sistem tanam padi jajar legowo 4 1. Sumber: technology-indonesia.com

Kriteria padi yang digunakan padi teknologi budidaya mina padi antara lain dari jenis varietas unggul, memiliki perakaran dalam dan kuat, genjah, batang kuat dan tahan air.

Untuk jenis varietasnya anda bisa menggunakan varietas sembada, mentis atau varietas lain anda bisa meminta pendapat dari petugas penyuluh lapang dari dinas pertanian setempat.

Namun dari beberapa kriteria padi yang akan digunakan, prinsip utamanya adalah pilihlah padi yang tahan air. Ini point paling penting karena nanti padi akan banyak tergenangi air.

4. Jenis dan waktu penanaman ikan

Ada beberapa prinsip penting pada proses penanaman ikan, antara lain ikan tidak ditanam bersamaan dengan penanaman padi, karena dapat mengganggu perkembangan padi.

Jadi tanaman padinya dibagusin dulu, kira-kira setelah padi berusia 2-3 minggu setelah tanam, baru ikan-nya yang ditanam atau dilepasin ke sawah mina padi. Jumlah bibit ikan yang diberikan yakni 5-10 ekor/m2.

Sedangkan jenis ikan yang dipakai mina padi, biasanya ikan mas, tawes, ikan nila, udang atau lele (tergantung potensi pasar mana yang paling banyak diminati didaerah anda, serta potensi harga tinggi dibanding daerah lain).

5. Perawatan mina padi

Perawatan mina padi berupa pemupukan padi dan pemberian pakan ikan. Untuk pemupukan padi, dilakukan saat kondisi sawah berlumpur, berupa pupuk dasaran atau susulan, dengan dosis sebesar 50% dosis tanam biasa (bukan minapadi). Sedangkan untuk pakan ikan, bisa dengan pemberian pakan tambahan berupa pelet.

Pemberian paranet untuk mencegah hama burung masuk ke sawah. Sumber: kkp.go.id

Pengendalian hama padi, bisa menggunakan pestisida organik/nabati. Selain itu, larva hama padi yang biasanya berkembang di air, secara alami menjadi makanan ikan. Sedangkan hama ikan, berupa burung bisa diberi paranet. Hama ikan berupa ular bisa diberi trap atau jebakan.

6. Panen dan potensi tambahan pendapatan

Panen ikan dilakukan saat ikan berusia 80-80 hari setelah tanam (dilepaskan ke sawah). Sedangkan padi dipanen 5-7 hari setelah panen ikan. Jadi prinsipnya panen dilakukan tidak secara bersamaan. Panen ikan dulu, baru kemudian padi.

Untuk potensi tambahan pendapatan, jika kita asumsikan per hektar lahan saja bisa menghasilkan 2-3 ton ikan. Maka per 1000 lahan sawah mina padi bisa menghasilkan 200-300 kg ikan.

Misal ikan nila, kalau kita asumsikan harga per kg ikan nila 30.000, maka potensi tambahan pendapatannya adalah 6 juta sampai 9 juta rupiah/1000 m2.

Prestasi mina padi Indonesia

Prestasi mina padi Indonesia menurut laman kkp.goid, pada tahun 2014 diakui dan diapresiasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), yang mengatakan bahwa metode budidaya ikan tawar ini salah satu program pertanian unggulan global.

Kunjungan negara Asia Pasifik ke salah satu lokasi mina padi Indonesia. Sumber: kkp.go.id

Hal tersebut tak lepas dari beberapa fakta, antara lain :

  1. Dengan teknologi mina padi pengelolaan air jauh lebih efisien (air untuk padi maupun ikan memakai volume air yang sama)
  2. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia berkurang (kotoran ikan menjadi pupuk padi secara otomatis).
  3. Serta mampu meningkatkan pendapatan petani hingga 22 juta rupiah per hektar per musim tanam.

Lebih lanjut FAO mengatakan bahwa Indonesia adalah negara tersukses untuk program mina padi di Asia Pasifik sehingga mina padi Indonesia menjadi percontohan bagi pengembangan mina padi dunia.

Gimana sobat tani Indonesia, mina padi Indonesia sangat membanggakan bukan ? 

Like and Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *